Archive for November, 2007

Sunday, November 18th, 2007

untuk teman-teman yang merasa teterluka akan ketidak pastian itu…

memang terkesan bodoh memang menunggu sesuatu yang sudah sangat jelas hal tersebut tak mungkin terjadi.. apalagi jika kesempatan itu sudah ada dan kita abaikan atau kita tak bisa menggapainya. Hidup memang harus terus berjuang teman. Banyak penyesalan yang terjadi sesudahnya dan kita ingin membersihkannya kembali. Tapi apa daya kita hanya manusia belaka, maksudnya kita hanya bisa berserah ”que sera sera” what ever will be will be..
tapi apa gunanya berserah tanpa perjuangan,. Justru disitulah intinya kita hidup, BERJUANG.
Kadang kala itu terlihat sia-sia. Seperti yang saya bilang diatas. Suatu ketidak mungkinan. Saya pernah menunggu suatu ketidakmungkinan itu, dan kemudian saya menyerah, anehnya kenapa juga saya harus menyerah. Toh katanya hidup butuh perjuangan. Saya menyerah karena seperti tidak ada faedahnya saya menuggu. Saya harus tetap hidup. Nah itu dia teman, kenapa harus menuggu, karena menunggu itu sia-sia, lebih baik kita bergerak, jangan hanya diam dan menuggu..

Sunday, November 18th, 2007

Aku baru aja selesai baca buku KANGEN nya Ve Handojo dan membuat hasrat menulis kambuh lagi dalam jemari tangan aku.
Ceritanya sungguh menggugah hati.
Jadi pingin berhayal andai aku jadi Imel waktu ketemu si Tian yang ganteng dengan sejuta pesona yang mendalam, dengan sejuta kejutan, tawa, misterius, ceria dan bintang.. tapi kemudian mulai menangis meratapi perihnya di tinggal mati kekasih hati..
Yah emang aku belum pernah ngerasain hal tersebut secara nyata tapi secara jiwa pernah. Ga adil banget emang.. seperti “Apa sih maunya Tuhan, untuk apa Dia beri semua kenangan indah ini kalau semuanya berakhir secepat kilat.”
Tapi ternyata semuanya itu adalah pilihan.. sekarang tinggal kita yang milih terus dalam duka cita yang mendalam atau terus merasa dicintai.. seperti yang di bilang di novel itu.. ”Kebahagiaan adalah sebuah pilihan, bukan akibat.”
Yayaya.. novel ini berhasil buat aku ngiler, ketawa dan menagis, lebih-lebih buat aku ga ngerjain tugas hari ini..
Thanks buat k’rani yang sudah berhasil merasuki pikiranku untuk beli novel ini.. hahahaha..
Abis baca.. aku baca Sekolah Sabat.. sudah lama ternyata buku ajaib ini tak ku sentuh, dan setiap ku sentuh dan ku baca, selalu isinya kena banget dengan kehidupanku hari dimana aku baca buku ini..
Isinya yang paling jelas adalah..Dalam penggalan buku Roma ayat 32..”Jika Allah telah rela untuk mempertaruhkan segala sesuatu bagi kita, dengan menerima keadaan kitadan membiarkan diri-Nya mengalami yang terburuk oleh mengutus Anak-Nya sendiri, adakah sesuatu yang lain yang Dia tidak akan berikan bagi kita dengan senang dan dengan Cuma-Cuma?” (versi message).

Sunday, November 18th, 2007

Sudah agak basi gosipnya tapi aku tergugah kembali untuk menceritakan kasih
Tuhan yang dasyat..

 

Aku sedih aku sendiri..

Aku patah hati lagi dan sendiri lagi..

Tapi aku tak sesedih seperti waktu itu

Waktu dimana aku harus  berjuang
mempercayai cinta itu kembali

Waktu dimana aku harus melepas semua kenangan manis meneteskan duka..

Waktu dimana aku melihat, dimana aku harus tegar menghadapinya..

Yaya aku tak sesedih waktu itu..

Kali ini aku tegar..

Air mata yang menetes dipipiku seperti hanya sekedar ungkapan wajib ketika
putus cinta, tapi tak menyayat hati terlalu dalam..

Ada baiknya juga hatiku hancur berkeping-keping waktu itu..

Aku diajar untuk tegar rupanya

Tapi karena aku memang manusia, aku tetap sedih dan hancur

Dan dihadapkan kembali pada suatu kenyataan diamana aku harus kembali
berjuang mempercayai cinta itu..

Tapi kini aku sendiri tanpa sejuta kegiatan yang menyelubungiku seperti
waktu itu, sehingga aku tak larut dalam kesedihan.

Ya aku sendiri sekarang..

Apa yang harus aku lakukan?

Dimana aku sedang bersedih..

Aku sedang jatuh sakit..

Suasana ruang-ruang kamar yang sepi tak berpenghuni.. hanya aku yang ada di
situ..

Sahabat-sahabatku sudah tak berada dalam kamar hening itu..

Keluargaku, sudah jelas mereka tak tepat berada disampingku saat itu..

Dan aku dihadapkan pada tugas yang tak sanggup ku kerjakan malam itu..

Ketika hari dimana kelamnya malam mulai menyelubungi ruang kamar yang sepi
oleh diamnya aku..

Mataku tertuju pada sesuatu yang sudah lama tak aku baca..

Terpajang paling depan dari susunan buku-buku itu..

Alkitab namanya dan buku Sekolah Sabat pendampingnya..

Tepat sekali Tuhan memberi jawaban pada saat itu..

Aku mulai dengan membaca ayat hafalan pada minggu itu..

”Bergembiralah
akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu harus berdukacita oleh berbagai-bagai
pencobaan” (1 Petrus 1:6)

Hatiku tertegun dan aku mulai berdoa..

Sungguh baik Allahku..

Aku tak dibiarkannya sendiri..

Ada Dia menemaniku dalam kesendirianku..

Dan aku tersenyum kembali..

JODOH DI TANGAN TUHAN

Monday, November 12th, 2007

Emang bener. Jodoh emang ada ditangan Tuhan. Tapi bukan berarti kita mesti duduk bengong nungguin jodoh kita jatoh dari langit (kecuali loe mau kawin ama Mr.Bean, karena cuma dia doang yang jatoh dari langit!!). Manusia tetep kudu usaha. Dan inget, manusia juga dikasih Tuhan kehendak bebas untuk milih-milih kekasihnya. Beda ama jaman waktu Adam dan Hawa dulu. Waktu itu emang Adam nggak ada pilihan….nggak mungkin kan Adam kawin ama kebo…Anyway, meski pilihan ada ditangan kita, bukan berarti juga kita bersikap seenaknya….

Contoh kasus:

Demi mencari satu orang jodoh, kita pacaran ama beberapa orang sekaligus, dengan prinsip “May the best man win!”. Bener nggak nih? Jelas salah, karena ini bertentangan ma prinsip dasar kebenaran. Tuhan bilang Dia bakal sediain SATU orang penolong buat kita. Artinya, kita pacaran musti ama satu orang doang, jangan segambreng. Kalo jadi temen, boleh sebanyak-banyaknya. Tapi kalo jadi pacar, jangan! Prinsip pacaran kan menuju jenjang pernikahan, jadi musti kudus, bukan seenaknya. Loe pikir enak apa jadi playboy/playgirl? Selain dapet “cap” yang jelek dari masyarakat, kita juga jadi nggak murni lagi hatinya, karena udah di-bekas-i oleh begitu banyak orang yang pernah jadi pasangan kita.

Banyangin HATI kita tuh kayak kertas krep warna merah. Terus kita ketemuan ama seorang pacar dengan hati kertas krep berwarna biru. Karena kita jadian, dua hati itu menempel deh. Tapi ditengah jalan putus! Nah, 2 kertas krep yang udah nempel itu kudu dicabut. Akibatnya, hati gue yang warna merah sekarang ada warna birunya dikit, bekasnya pacar gue. Entar gue pacaran lagi sama kertas krep kuning. Begitu putus, hati gue warnanya merah biru kuning, dan begitu selanjutnya. Bisa bayangin nggak betapa berantakannya hati kita pas mantan kita udah berjumlah 10 biji?

Terus cara cari jodoh yang bener gimana dong?

1. Hati kita udah mesti pulih. Maksudnya pulih ialah tobat dari masa lalu yang nggak beres, ngaku dosa ama Tuhan. Nggak trauma-trauma lagi, dan kembali punya hati yang murni. Kalau hati udah pulih, mikir juga bisa lebih jernih.

2. Cari pasangan yang seiman! Ini nggak bisa ditawar-tawar lagi. Sama agama aja udah pasti banyak masalah, apalagi nggak seiman. Rumah tangga kan membangun bahtera rumah tangga. Bahtera/kapal kan musti satu doang pengemudinya. Kalo dua, gimana cara jalannya, coba? Yang satu ke kanan, yang satu kekiri. Repot dah!

3. Berdoa. Minta Tuhan kasih petunjuk minta Tuhan bantu loe lebih objektif dalam menilai seseorang.

4. Buka mata lebar-lebar. Bergaul ama banyak orang ditempat yang bener ya….Cari jodoh di tempat mangkal preman, entar dapetnya preman lohhh…

5. Pertimbangkan baik-baik calon pasangan kita. Jangan bilang “iya” dulu kalo belom pasti.

6. Inget, Tuhan pasti bakal pertemukan kita dengan orang yang tepat itu, yang nantinya bakal kita pilih dan pastiin sendiri.

7. Yang jelas, pasangan kita bukan orang yang kita inginkan tapi orang yang kita butuhkan! Belum tentu kriteria yang kita pengen adalah yang terbaik untuk kita.

8. Jangan pake cara yang salah kayak baca ramalan atau pake susuk untuk menggaet pasangan. Haram hukumnya.

Kita yang nentuin pilihan siapa yang bakal jadi pasangan hidup kita. Tapi jangan lupa untuk melibatkan Tuhan dalam mengambil keputusan. Soalnya kalo kita sampe salah pilih pasangan hidup, kita sedang membawa neraka ke bumi! Menderita boooo….Tetap semangat dapetin jodoh!!!

Disadur dari: http://www.jawaban.com/jawaban.com_non_ssl/1cubed/detail.asp?kat=C01&id=32

Your Sincerely,

Lenny Marsetio

————–

Monday, November 12th, 2007

Suatu hari sang kodok menyimpuhkan tangannya ke atas dagunya. Ia kemudian termenung. Merasa ada sesautu ayng aneh pada hidupnya. Ada apa gerangan?

Sekarang sudah hari kedua dia termenung di tepi telaga itu.

Si kodok merasakan suatu benda cair yang dinginmenetes diatas kepalanya. Kali ini hujan datang juga. Kodok sengan kodok gembira. Namu seketika juga kodok kembali termenung dan bersedih. Kenapa harus bersedih wahai kodok kecil yang hijau.

Si kodok menghela nafasnya kemudian berenang ketepian yang lain. Kali itu dia memang sedang sendiri. Sepertinya hidupnya akan berakhir sudah. Segala kebanggaannya berakhir ketiaka ia tahu ia sendiri.

Hujan pun usai di penantian. Langit kembali cerah. “baiklah aku tidak boleh begini”

Ucap si kodok. Dia pun melompat mencari tepian yang lain. Mencari teman-teman kodok yang lain lalu berenang2 bersama.

Kita hidup tidak sendiri teman, hanya saja keta yang selalu merasa kita sendiri. Jangan lupa ada saya, ada teman-teman yang lain, ada keluarga kita, ada orang2 yang tidak kita kenal, dan terlebih ada TUHAN di surga.. kamu masih hidup bersama manusia yang lain, kamu membutuhkan itu. Jangan lupa teman, jangan lupa kalau kamu tidak sendiri.. terus bersemangat teman, jangan biar kan pikiran kesendirian mu menyelubungi hati, otak dan jiwa mu..