KISAH SEDIH KECOA SEKELOA
Kecoa meratapi nasipnya yang sedang sial. Di pinggiran sebuah ember di suatu koskosan hijau yang indah. Kali ini dia diusir lagi oleh si tuan rumah. Aneh kenapa juga si tuan rumah itu membencinya. Ini ke-99 kalinya sang kecoa dikeluarkan secara tidak hormat. Dipukul dengan sendal dan dicacimaki. Berusaha untuk tetap masuk agar berhasil mendapatkan perteduhan dikala hujan, tempat bernaung dimalam hari, dan berlindung dari sengatan mentari, kemudian diadakanlah konfrensi besar seluruh kecoa daerah sekeloa. Meminta ide yang efektif merebut kamar manusia itu. Sekitar 300.000 kecoa berkumpul dimalam hari itu. Tetapi musyawarah itu berakhir dengan penyemprotan baygon oleh kawanan mausia. Kecoa mati , kecoa berakhir. Mausia berpesta merayakan kejadian tersebut. Hanya tinggal seorang yang menyesali perbuatan manusia, ia kesepian, tak lagi dapat menggunakan sendalnya untuk mengusir kecoa tersebut.